*Al Masih Palsu Dajjal dan Pax Judaica*
Doa Nabi Sulaiman A.S. di catat dlm Quran:
“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”
(QS. Shad: 35)
Dari Doa ke Pax Judaica
Jalan ceritanya adalah:
- Nabi Sulaiman diberi kerajaan global sempurna
- Beliau berdoa agar tidak ada yang menyamainya. Nabi Sulaiman AS. diberikan kemampuan vision untuk melihat kondisi Jerussalem di akhir zaman.
- Permohonan itu dikabulkan → Kerajaan besar Israel runtuh setelah Sulaiman wafat, krn umatnya banyak melakukan penyimpangan setelah wafatnya dan bani Israil pun terusir dr Jerussalem buat kali pertama akibat serangan Empayar Babylon Nebuchadnezar dan Haikal Sulaiman dimusnahkan. Bani Israel menjadi hamba di Babylon kemudian Raja Parsi Cyrus mengalahkan Empayar Babylon dan Cyrus membawa kembali bani Israel ke Jerussalam dan membina kembali Haikal Sulaiman. Setelah Al Masih Nabi Isa diutuskan kepada bani Israel, bani Israel menolaknya dan ingin membunuhnya kemudian buat kali ke dua Tuhan mengusir mereka dari Jerussalam akibat serangan Rom Pagan dan sejak itu mereka merempat di pelbagai pelusuk bumi selama 2000 tahun.
- Secara misterinya muncul usaha Terancang yg dilakukan Dunia Barat Moden cuba membangunkan versi tiruan Kerajaan Sulaiman. Mereka berjaya membawa kembali yahudi ke Tanah Suci Jerussalam dan menubuh negara Israel. Usaha ini telah berlangsung sejak era perang Salib Crussades hingga kini.
- Dan terbentuklah sistem global yang : Terpusat, Mengawal ekonomi & informasi, Mengarah pada dominasi dunia.
- Prosesnya berjalan linear sejak era Pax Britanica lalu Pax Americana & yg kini sedang kita saksikan peralihan ke “Pax Judaica”.
- Sebuah tatanan dunia global yg berusaha meniru model kekuasaan besar Sulaiman di masa lalu, dengan Jerussalem sebagai center of the stages. Dan ianya sepadan dengan sejumlah ciri2 akhir zaman yg disebutkan Rasulullah SAW, yg saat ini sedang berlangsung, tapi sebagian besar umat manusia terperdaya tak mampu melihat fenomena yg sedang berlangsung di depan matanya.
- Namun usaha keras penguasa2 dunia Barat Moden di akhir zaman ini dijamin Tuhan akan Gagal, Yg pada akhirnya menjadi panggung bagi fitnah terbesar menjelang akhir zaman.
Dajjal muncul dalam lanskap ini:
- Sejumlah tanda akhir zaman berjalan bersamaan
- Sistem global tampak kuat, teratur, dan dominan
- Banyak manusia terperdaya oleh tampilan lahiriahnya
- Fenomena2 besar sedang berlangsung, namun tidak disadari oleh sebagian besar manusia. Sesuai Nubuwah tiba masanya tidak akan ada lagi yg sekadar mahu mengingatkan ttg bahaya Dajjal, krn sistem nya telah mengakar ke seluruh sendi2 kehidupan manusia akhir zaman.
Dalam kondisi ini, sistem tersebut tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan telah dinormalisasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Penguasaan yang luas terhadap ekonomi, informasi, dan perilaku manusia justru diterima sebagai sesuatu yang wajar. Ketergantungan manusia terhadap sistem ini semakin dalam, mencakup hampir seluruh aspek kehidupan—dari ekonomi, pendidikan, hingga aktiviti sosial dan keagamaan.
Akibatnya, suara peringatan terhadap bahaya sistem ini semakin melemah. Bukan karena ancamannya tidak ada, tetapi karena sistem tersebut telah mengakar begitu dalam sehingga sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan, banyak pihak yang seharusnya menjadi pemberi pengingatan justru berada di dalam struktur yang sama, hidup dan bergantung padanya.
Di sinilah muncul dilema yg tajam: bagaimana mungkin majoriti tokoh agama, ulama, ustadz, atau kyai akan mengkritik sistem yang menjadi tempat mereka hidup dan mencari penghidupan? Ketika ketergantungan telah terbentuk, kritikan menjadi terbatas, bahkan bisa menghilang. Narasi yang berkembang pun cenderung mengikuti arus yang ada, bukan menentangnya.
Pada akhirnya, kondisi ini melahirkan ketidaksadaran kolektif. Manusia tidak lagi melihat adanya bahaya, bahkan merasa aman dan nyaman di dalam sistem tersebut. Fitnah tidak lagi tampak sebagai sesuatu yang harus diwaspadai, karena telah berubah menjadi realiti yang diterima bersama. Dalam situasi seperti inilah, fitnah terbesar mendapatkan ruang untuk berkembang secara luas tanpa banyak perlawanan.
No comments:
Post a Comment