Sunday, 4 November 2018

Bait syair

JALAN KAMPUNG JAWA

Apabila sesekali dilalui
seperti ada yang melambai-lambai
dan mengintai-ngintai
dari institusi ternama wakafan di raja
tetapi mata kenangan semakin kabur
lukisan ingatan pun semakin luntur

Di hadapan
aspal masa pudar dan lekang
nostalgia dan melankolia berselang-selang
menjadi bayang-bayang

Inilah jalannya
pada empat dasawarsa yang lalu
selama tiga belas tahun setiap hari
dilalui oleh seorang lelaki
datang menabur jerih dan kasih
membangunkan ceritera
menampungkan doa

Tidak pernah dia jemu melaluinya
demi ribuan yang membawa harapan
menunggu di pintu-pintu
dari seluruh pelusuk kota dan desa
dari seluruh pelusuk selesa dan sengsara
dari teluk-teluk pengorbanan
dan linangan air mata

Tidak pernah dia jemu melaluinya
demi wajah-wajah bunga
yang mencari cahaya menyuluh dunia
yang mencari takwa meneroka syurga

Mereka juga sepertinya
melalui jalan ini
datang, pulang dan pergi berjuang
ke langit warisan
sehingga ternama atau tidak
mereka tetaplah bintang-bintang

Dan sesekali dilalui kembali
bagaikan menuju senja.

No comments:

Post a Comment

Kisah uwais

𝗞𝗜𝗦𝗔𝗛 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗦𝗔𝗛𝗜𝗛 | 𝗨𝗪𝗔𝗜𝗦 𝗔𝗟 - 𝗤𝗔𝗥𝗡𝗜 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗚𝗘𝗡𝗗𝗢𝗡𝗚 𝗜𝗕𝗨𝗡𝗬𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗨𝗡𝗔𝗜𝗞𝗔𝗡 𝗛𝗔𝗝𝗜 Kisah meng...